Penjualan Mobkas Anjlok Mulai Maret 2020

Mobkas dari Maret 2020 mengalami penurunan penjualan

Penjualan Mobil Bekas Turun di Awal 2020 – Tampaknya pandemi Corona yang saat ini merajalela di Indonesia telah mempengaruhi industri otomotif nasional. Itu tak lepas dari geliat penjualan mobil bekas.

Bukan tanpa alasan, berdasarkan laporan terbaru dari AutomotiveOkezone pada awal Mei 2020, Halomoan Fischer sebagai Presiden Direktur Mobil88 mengatakan bahwa ia telah mengungkapkan jika angka penjualan mobil bekas diklaim telah mengalami penurunan mulai Maret 2020.

Di sisi lain, ini tidak dapat dipisahkan dari banding pemerintah terkait dengan implementasi Fisik Jarak untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia. Jadi, ini telah menjadi pengaruh yang signifikan terhadap penjualan mobil di negara ini.

"Sebenarnya, dari minggu kedua Maret kunjungan pelanggan telah turun hingga 70 persen dari normal. Jadi jika misalnya hari normal ada 10 orang yang datang untuk membeli mobil, dari minggu kedua Maret hanya ada tiga orang kiri, "kata Fischer, Jumat (17/4/2020).

Selain itu, dikatakan pula bahwa penjualan mobil bekas memang mengalami penurunan yang cukup tinggi hingga 30%. Penurunan itu, menurutnya, tidak terlepas dari segelintir orang yang datang untuk membeli.

"Jadi yang sebenarnya turun adalah jumlah kunjungan pelanggan yang ingin melihat-lihat dulu. Tingkat kunjungan turun menjadi 70 persen jika pembeliannya sekitar 30 persen. Tidak terlalu banyak untuk Maret," katanya.

Di sisi lain, Fischer sendiri juga memberikan penjelasan bahwa penurunan penjualan busuk bekas saat ini jauh lebih tinggi, terutama ketika masuk pada bulan April 2020. Ini tidak terlepas dari penentuan DKI Jakarta pada PSBB yang mulai diluncurkan pada 10 April 2020.

"Memasuki bulan April bahkan lebih ketat dan kemarin ketika pada tanggal 10 PSBB diperlakukan juga, kita berada di sektor bisnis yang tidak kita kecualikan, artinya harus ditutup. Jadi ketika kita berbicara dekat, kunjungannya nol," dia menambahkan.

Karena itu, tidak mengherankan jika penjualan mobil bekas di Indonesia mengalami penurunan. Bahkan, ini membuat harga jual mobil bekas juga anjlok.