Kemenhub Siapkan Fasilitas Uji Tabrak Dalam Negeri

Kementerian Perhubungan Membangun Wacana Uji Coba Mobil di Tingkat Nasional – Menjelang akhir tahun 2019, ada berita bahwa pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perhubungan, mulai berniat untuk membangun fasilitas uji tabrakan di tingkat nasional . Di mana, uji tabrakan akan segera dimulai pada tahun 2020 yang berlokasi di Kantor Pengujian Kendaraan dan Pengujian Kelayakan Jalan di Bekasi, Jawa Barat.

Mengenai berita ini, Budi Setiyadi, selaku Direktur Jenderal Perhubungan Darat dari Kementerian Perhubungan, mengatakan bahwa wacana terkait uji tabrak nasional dilaporkan akan menerima bantuan keuangan senilai Rp 1,6 Triliun. Total anggaran nantinya akan dilelang melalui skema kolaborasi dengan KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha).

Namun, berita tentang rencana pemerintah untuk membangun fasilitas crash test secara nasional masih belum diketahui oleh beberapa produsen. Bahkan, bahan apa pun yang akan diuji oleh Kementerian Perhubungan juga masih belum banyak diketahui dan dipelajari oleh beberapa produsen di Indonesia.

"Kami belum tahu seperti apa kriteria pengujian yang sebenarnya, tinggal menunggu instruksi teknis," kata Public Relations dan Digital Manager PT Honda Prospect Motor Yulian Karfili, baru-baru ini (19/12/2019).

Sehubungan dengan adanya standar crash test nasional yang diproklamirkan oleh Kementerian Perhubungan, dapat diambil wacana bahwa peran pemerintah dalam memperhatikan pengembangan industri otomotif perlahan mulai fokus. Artinya, tidak hanya masalah model kendaraan, tetapi standar keselamatan berkendara juga menjadi sorotan bagi pemerintah.

Selain itu, standar keselamatan di luar negeri dengan yang ada di Indonesia memiliki sedikit perbedaan. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika pemerintah ingin mengambil bagian dalam memastikan keselamatan masyarakat Indonesia dalam berkendara.

"Jadi masing-masing model memang telah melalui standar yang kita hanya optimis. Semua perkembangan untuk model baru ada di Jepang dan Thailand, untuk R&D. Ada R&D di Indonesia, tetapi fungsinya lebih ke pasar dan survei konsumen," pungkas Arfi. .