√ Rincian Biaya Balik Nama Mobil Lengkap dengan Prosedur!

Sebagian besar masyarakat kita ketika membeli mobil mungkin lebih memilih mobil bekas atau bekas, tentu bukan tanpa alasan. Saat Anda membeli mobil bekas atau bekas, harga yang Anda dapatkan biasanya jauh lebih murah.

Namun, masyarakat yang memilih membeli mobil bekas biasanya akan dihadapkan pada masalah pembayaran pajak. Dimana saat membayar pajak salah satu syaratnya adalah menyerahkan KTP yang namanya tercantum pada surat kepemilikan.

Dengan kata lain, yang harus diserahkan adalah KTP pemilik pertama mobil. Selanjutnya, ketika pemilik mobil pertama berada di daerah yang jauh dari Anda, tentu akan sangat merepotkan bukan?

Oleh karena itu, agar Anda tidak perlu repot meminjam KTP dari pemilik pertama, Anda perlu mengganti nama mobilnya.

Apa itu Ganti Nama?

easychangename.com

Ganti nama adalah mengubah atau mengalihkan kepemilikan kendaraan, dalam hal ini mobil dari pemilik pertama ke pemilik kedua dan seterusnya.

Adapun dokumen yang perlu diganti namanya antara lain Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB).

Cara Mengganti Nama Mobil

Persiapkan Dokumen Ini Terlebih Dahulu

otomotif.kompas.com

Dalam mentransfer nama mobil, Anda perlu menyiapkan berbagai surat yang harus diserahkan ke konter, berikut surat-surat yang harus disiapkan:

KTP (fotokopi) BPKB Mobil (asli dan fotokopi) STNK Mobil (asli dan fotokopi) Kwitansi pembelian mobil yang telah dibubuhi materai Rp 6000. Jangan lupa untuk menandatangani bea materai. (asli dan fotokopi) Formulir cek fisik dari Samsat (diambil kemudian)

Datanglah ke Samsat di daerahmu

Polisi NTMC

Setibanya di Samsat terdekat, harap memarkir mobil di jalur lokasi pemeriksaan fisik yang sudah ditandai. Di sana Anda akan bertemu dengan petugas yang akan mengarahkan secara jelas tata cara penggantian nama mobil tersebut.

Petugas akan mengecek kondisi fisik mobil Anda dengan cara membuka kap mesin, kemudian menggosok stiker yang mencantumkan nomor rangka dan nomor mesin.

Setelah menyelesaikan pemeriksaan, Anda harus mengisi formulir. Pastikan data yang Anda isi sesuai dengan STNK mobil yang Anda transfer namanya.

Kemudian bawa formulir yang sudah diisi beserta STNK ke loket pendaftaran yang sudah tersedia.

Tunggu beberapa saat hingga "nama yang tertera di STNK" dipanggil oleh petugas.

Sambil menunggu jika ada antrian, Anda bisa mempersiapkan dan mengecek kembali kelengkapan dokumen yang dibawa.

Jika sudah dipanggil, bawa semua dokumen untuk diproses oleh petugas.

Selanjutnya petugas akan memberikan kwitansi yang artinya dokumen Anda sedang diproses.

Anda bisa duduk dulu untuk menunggu dipanggil kembali.

Setelah itu nama pemilik mobil baru akan dipanggil, yaitu nama Anda.

Terakhir, silakan lakukan pembayaran untuk semua biaya transfer mobil yang diperlukan.

Rincian Biaya Transfer Nama Mobil?

tribunnews.com

Dalam hal pergantian nama mobil tentunya Anda perlu memperkirakan biaya yang akan dikeluarkan, berikut kami berikan rincian perhitungan kasarnya dan surat atau berkas apa saja yang harus dibayarkan.

BBN-KB (Pajak Pengalihan Nama Kendaraan Bermotor)

Untuk setiap area BBN-KB, jenis mobil memiliki harga yang berbeda-beda. Misalnya, jika Anda tinggal di wilayah Jakarta, biaya yang dikenakan adalah 1% dari biaya pembelian mobil.

Misalnya, jika Anda membeli mobil bekas seharga Rp. 90.000.000, maka BBN-KB yang harus dibayar adalah Rp. 900.000

Biaya Pengendalian STNK, BPKB, TNKB, dan Mutas

Total biaya pengendalian menurut PP no. 60 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif PNBP Polri sebesar Rp 925.000.

Pembagian biaya meliputi pengendalian BPKB Rp. 375.000, TNKB Rp. 100.000, STNK Rp. 200.000 dan surat transfer sebesar Rp. 250.000.

Biaya SWDKLLJ (Iuran Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan)

Seperti namanya, SWDKLLJ adalah biaya yang harus dikeluarkan untuk menjalankan program pemerintah. Jadi, jika terjadi kecelakaan, pemerintah akan menanganinya melalui biaya tersebut.

Biaya yang harus dibayar adalah Rp. 143.000 untuk mobil Anda.

Berapa total biaya yang harus dibayar?

Mari kita hitung satu per satu, dalam hal ini misalkan Anda telah memilih untuk membeli mobil second seharga Rp 90.000.000.

Ini total biaya ganti nama mobil

ItemBiayaBBN-KB (1% x HB) Rp 900.000 Biaya STNK Rp 200.000 Biaya BPKB Rp 375.000 Biaya TNBK Rp 100.000 SWDKLLJ Rp 143.000 Biaya Pendaftaran Rp 100.000 Biaya Transfer Rp 250.000 Total Rp 2.068.000

Baca juga: Biaya perpanjangan STNK lengkap dengan prosedurnya

Itu baru biaya ganti nama mobil, belum termasuk biaya bensin, fotokopi, dan lain-lain. Jadi di hari H setidaknya Anda harus menyiapkan biaya tambahan untuk keperluan tersebut.

Kemudian jika masih memiliki tanggungan pajak, maka tanggungan tersebut harus dilunasi terlebih dahulu sebelum mengganti nama mobil.

Bagaimana? Memang biaya yang dikeluarkan menembus hingga jutaan, namun bagi Anda yang mampu membeli mobil, tentunya biaya tersebut tidak akan menjadi masalah.

Manfaat lain dari mengganti nama mobil juga dapat memudahkan Anda dalam urusan administrasi di kemudian hari.

Mungkin hanya itu artikel yang bisa kami berikan. Mengingat pajak tiap daerah tidak sama, maka biaya ganti nama mobil yang Anda temui nantinya juga akan “sedikit” berbeda.